Kamis, 15 November 2018

Profesi dan Standarisasi Industri


Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer. Berikut adalah contoh untuk logo profesi.
1.        HAKI (Himpunan Ahli Konstuksi Indonesia)

Tujuan  HAKI
(dikutip dari Anggaran Dasar pasal 4)
1.        Mempertinggi taraf ilmu teknik konstruksi (Structural Engineering) dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan itu dalam arti kata yang seluas-luasnya.
2.        Melakukan segala usaha dibidang ilmu teknik konstruksi dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan itu untuk kepentingan ilmu pengetahuan, negara, masyarakat umumnya serta para anggota khususnya.
3.        Membina perkembangan dankemajuan pengetahuan para ahli konstruksi pada umumnya.
4.        Memupuk ahli-ahli konstruksi yang berkepribadian dan berbudi luhur serta mentaati Kode Etik dalam menjalankan profesinya,
5.        Membina jiwa korps yang sehat diantara para anggota HAKI sehingga HAKI dapat dirasakan sebagai wadah yang idiil bagi para ahli konstruksi.
Untuk melaksanakan tujuan yang disebut di atas, Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1.         Seminar dan Pameran Teknik
2.         Short Course
3.         Sertifikasi Keahlian (SKA)
4.         Penerbitan Jurnal dan Newsletter
Selain itu HAKI juga aktif berpartisipasi dalam berbagai komunitas Jasa Konstruksi tingkat international seperti menjadi anggota ACF (Asian Concrete Federation) dan ACECC (Asian Civil Engineering Coordinating Council).

2.        INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia)



Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) adalah sebagai Asosiasi Badan Usaha Jasa Konsultansi yang merupakan satu-satunya wadah komunikasi, konsultansi dan koordinasi antar Anggotanya. Asosiasi ini mempunyai terjemahan resmi dalam bahasa Inggris yaitu National Association of Indonesian Consultants.
INKINDO didirikan pada tanggal 20 Juni 1979 di Jakarta untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya, sebagai fusi dari IKATAN KONSULTAN INDONESIA (INKINDO) yang didirikan tanggal 10 Februari 1970 dan PERSATUAN KONSULTAN TEKNIK PEMBANGUNAN INDONESIA (PKTPI) Yang didirikan tanggal 8 Oktober 1971
Tujuan INKINDO adalah terbina dan berkembangnya profesionalisme Anggota guna menunjang pembangunan nasional dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur.
INKINDO mempunyai fungsi dan misi sebagai berikut :
ü  Sebagai asosiasi perusahaan Jasa Konsultansi Nasional yang professional dan bersifat independen.
ü  Menjadi mitra bagi pemerintah dan swasta untuk konsultansi jasa konstruksi dan non konstruksi
ü  Menggalang Persatuan dan Kesatuan Anggota INKINDO sehingga meningkatkan peran serta seluruh Anggota dalam pembangunan nasional dan tercapainya tujuan iklim usaha yang kondusif.
ü  Menegakan norma profesi konsultan yang luhur, berwibawa, tertib, disiplin dan terpercaya sesuai dengan Kode Etik dan Tata laku Profesi Konsultan.
ü  Mengupayakan Penataan Usaha Jasa Konsultansi yang sebaik-baiknya bagi pemakai jasa dan masyarakat umumnya.
Kepengurusan INKINDO terdiri dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) berkedudukan di Jakarta , dan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) INKINDO berkedudukan di ibukota Provinsi. Saat ini terdapat 32 DPP INKINDO di seluruh Indonesia .
Adapun bidang keahlian dan layanan jasa konsultansi yang dimiliki oleh Perusahaan Konsultan yang tergabung di dalam INKINDO mencakup hampir seluruh speketrum keahlian jasa konsultansi, yaitu meliputi :
                   I.              Bidang Jasa Konsultansi Konstruksi
ü  Arsitek
ü  Sipil
ü  Mekanikal
ü  Elektrikal
ü  Tata Lingkungan
                II.              Jasa Konsultansi Non Konstruksi
ü  Pengembangan Pertanian dan Pedesaan
ü  Transportasi
ü  Telematika
ü  Kepariwisataan
ü  Perindustrian dan Perdagangan
ü  Pertambangan dan Energi
ü  Keuangan
ü  Pendidikan
ü  Kesehatan
ü  Kependudukan

Di dalam wadah INKINDO ini juga ikut bergabung Perusahaan-Perusahaan Konsultan asing yang beroperasi di Indonesia , yang oleh INKINDO diwadahi dalam Badan Keanggotaan Konsultan Afiliasi (BKKA). Melalui Badan ini diharapkan terjadinya kemitraan yang sinergis antara konsultan nasional dan konsultan asing, sehingga akan mampu meningkatkan kompetensi konsultan nasional.
INKINDO teah menjadi Badan Hukum sesuai dengan akte Notaris No. 01 Tanggal 03 Mei 2007. Hukum dan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Tanggal 21 Januari 2008, No. AHU-04.AH.01.06 Tahun 2008.
Penyatuan semua perusahaan konsultan dalam satu asosiasi ini adalah dalam rangka mengembangkan profesionalitas praktek-praktek konsultasi secara lebih efektif. Penyatuan tersebut juga bertujuan mempromosikan INKINDO sebagai sumber pengembangan utama untuk perusahaan konsultan di Indonesia.
Dengan memperhatikan tujuan-tujuan tersebut diatas, INKINDO membimbing dan mengembangkan anggota-anggotanya dalam kerangka menunjang pembangunan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.
Standarisasi industri Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan consensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan dating untuk memperoleh  manfaat yang sebesar-besarnya (Peraturan Pemerintah, 2000). Salah satu standarisasi industri yang digunakan yaitu:
W3C (World WideWeb Consortium)

W3C didirikan tahun 1994 sebagai konsorsium industri yang bergerak dalam pembentukan konsensus menyangkut teknologi Web melalui pembuatan standar dan panduan yang relevan.  Salah seorang pendiri adalah Tim Berners-Lee yang menciptakan World Wide Web tatkala bekerja di European Organization for Nuclear Research.
W3C bertujuan tercapainya interoperabilitas Web yang berarti bahwa untuk mencapai potensi penuh World Wide Web maka teknologi dasarharus bersifat bebas dari gawai (device) tertentu, bebas dari penjaja (vendor) dan setara atau kompatibel satu dengan yang lain. W3C juga berupaya mengembangkan standar terbuka untuk bahasa dan protokol Web.
Pencapaian W3C terbagi atas empat kategori yang luas. Pertama, spesifikasi yang berkaitan dengan dokumen digital, termasuk Cascading Style Sheet, HTML, Document Object Model (DOM), XML dan Compounds Document Formats. Kedua, standar metadata seperti RDF (Resource Description Framework) dan OWL (Web Ontology Language), merupakan teknologi yang dirancangbangun untuk menunjang Semantic Web dengan menyediakan deskripsi terstruktur sehingga tercapai kerangka kerja yang baku untuk manajemen aset, integrasi perusahaan dan berbagai dan menggunakan ulang data di Web. Ketiga upaya yang berorientasi pada akses seperti Web Accessibility Initiative (WAI), MWI (Multiple Web Initiative), Internationalization Activity serta pengembangan standar yang mendukung modus interaksi secara simultan dan jamak. Empat, upaya koordinasi untuk merealisasi tujuan yang terdapat pada Semantic Web sebagaimana diusulkan oleh Berners-Lee.

Referensi:
https://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/10/23/standard-dan-standardisasi-sebuah-pengantar-sangat-singkat/


Selasa, 20 Maret 2018

Aspek yag perlu diperhatikan dalam Industri



Aspek dalam Industri
Menurut Wirastuti dan Dini Natalia industri ialah kegiatan mengolah bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang mendatangkan keuntungan.

Setiap perusahaan dipastikan berada dalam satu struktur industri persaingan yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan industri lainnya, terkecuali kalau perusahaan tersebut memang melakukan monopoli sehingga hanya ada satu perusahaan dalam satu industri.

Sebagai titik awal setelah penemuan akan ide, maka perusahaan wajib menentukan visi dan misi dari produk atau perusahaan. Penentuan visi dan misi yang jelas dan tepat, akan menentukan posisi kompetisi perusahaan di industri persaingan dan membedakan barang atau jasa yang perusahaan tawarkan dengan pesaing terdekat. Penentuan stategi usaha dan bisnis model menjadi penting, karena hal ini akan menentukan semua aspek studi kelayakan usahan selanjutnya, jika salah penentuan maka kita akan tejebak dalam analisa yang keliru juga.
Berikut ini merupakan aspek yang menentukan dan perlu dipertimbangkan dalam industri:
             1.      Persaingan Industri
            Agar tidak terjebak dalam kompetisi yang ada maka kita wajib untuk menentukan posisi                      pasar perusahaan.
  1. Kekuatan dan Penawaran Pembeli
Pembeli mempunyai kekuatan yang menentukan pilihan dan industri yang sanggat kompetitif dan efesien, dimana diperisisasi produk sanggat kecil perbedaanya dan pembeli dengan mudah menggantikan suplayer dari yang satu ke yang lainnya, maka perusahaan baru yang akan masuk perlu mempertimbangkan dengan sanggat matang. Sebaliknya untuk industri yang kekuatan pembeli masih lemah, maka secara tidak langsung kekuatan penjual masih kuat, dan memunggkinnkan keuntungan yang didapatkan lebih tinggi, sehingga industri ini memunggkinkan untuk dimasuki.

  1. Bentuk Barang Subsitusi
          Di samping persainggan industri dan kekuatan pembeli, maka selanjutnya adalah barang                      subsitusi yang ada untuk produk yang akan ditawarkan, dan bagaimana stategi dan kompetisi              dari barang subsitusi yang ada termasuk bauran pemasarannya. Kita menggenal adanya Ipot                yang mana bentuknya jauh lebih kecil dan juga data pemuatan lagu yang banyak. Setelah                    munculnya Ipot maka banyak juga perusahaan pembuat alat telekomunikasi misalnya                           Handphone  juga memberikan vitur untuk memutar lagu.
  1. Kekuatan Suplier
Dalam hal kekuatan supplier ini apakah ada perusahaan yang sebenarnya telah terjadi integrasi vertikal, sehingga perusahaan lain yang masuk sebenarnya sanggat tergantung pada suplayer yang monopoli atau oligopoli.

Selain keempat hal tersebut diatas, selanjutnya perlu dipertimbangkan akan hambatan dalam industri untuk jangka pendek, menenggah dan panjang. Jika dalam janggak pendek, industri ini sanggat tidak mudah dimasuki, maka kompetisi akan sedikit, sehingga profitabilitas akan mengguntungkan.
Sebelum kita memutuskan untuk masuk dalam industri seperti apa, maka kita perlu menentukan terlebih dahulu menggenai bisnis model atau model usaha yang akan dijalankan. Dalam hal ini termaksud penentuan misi dan visi dari usaha kita. Visi dan misi produk atau usaha, harus jelas dan harus bisa diturunkan kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Jika visi dan misi tidak jelas, maka perjalanan perusahaan akan menggalami kebinggunggan kompetisi dan posisi didalam industri, sehinggta kita akan kehilanggan arah persainggan dan mejadi tidak fokus pada produk apa yang sebenarnya kita jual.

Sumber: 






Jumat, 29 Desember 2017

Review Journal “The impact of technology transfer performance on total quality management and quality performance”

Penulis Jurnal : Gulin Idil Sonmezturk Bolatan, Sitki Gozlu, Lutfihak Alpkan, Selim Zaim
Penganalisa : Lolitasari – 33415857 – 3ID06

·         Formulasi masalah
Berdasarkan jurnal The impact of technology transfer performance on total quality management and quality performance atau juga Dampak performa transfer teknologi terhadap total kualitas manajemen dan performa kualitas didapat formulasi masalah  yaitu dengan semakin majunya teknologi dan era globalisasi ini perusahaan dituntut untung mengembangkan produk yang diinginkan sesuai kebutuhan pelanggan yaitu dengan meminimalisir biaya, mempercepat sistem produksi, dan kualitas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan terssebut. Performa transfer teknologi ini merupakan proses petama perusahaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Selain itu, teknologi memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan produk-produk berkualitas tinggi, menerapkan total kualitas manajeman membantu untuk meningkatkan pangsa pasar perusahaan dan untuk meningkatkan daya saing.
Di pasar yang kompetitif global, total kualitas manajeman dan teknologi telah menjadi dua faktor penting untuk pencapaian bisnis dan pertumbuhan organisasi. Dalam rangka meningkatkan daya saing, perusahaan menerapkan total kualitas manajemen dan teknologi baru untuk meningkatkan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama-tama untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis transfer performa teknologi, dan kemudian meneliti keterkaitan antara transfer performa teknologi, total kualitas manajemen, dan kualitas performa di Turki.

·         Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian merupakan ringkasan yang menggambarkan hal spesifik yang harus dilakukan dengan baik apabila suatu penelitian ingin berhasil dalam menerapkan strateginya. Berdasarkan literatur yang diperoleh maka didapat 4 hipotesa yaitu:
1.      Ada hubungan positif antara performa transfer teknologi dan performa kualitas.
Ukuran performa kualitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja produk, kualitas layanan, produktivitas, ketepatan waktu pengiriman, keandalan produk, kesesuaian daya tahan spesifikasi desain produk, standardisasi produk, persentase bahan yang rusak dari pemasok, jumlah biaya garansi, rasio inspektur kontrol kualitas untuk mengarahkan operator produksi, persentase total produk limbah, waktu pengiriman pemasok, biaya reproduksi dan produk limbah. Ketika perusahaan menggunakan teknologi, mereka membutuhkan lebih sedikit masukan dan memiliki lebih banyak output. Produk dapat diproduksi dengan cepat karena teknologi. Akibatnya waktu pengiriman bisa menjadi lebih pendek. Biaya mereproduksi dan produk limbah menurun setelah menggunakan teknologi. Sehingga teknologi dapat mempengaruhi kualitas kinerja.
2.      Ada hubungan positif antara performa transfer teknologi dan total kualitas manajemen.
Total kualitas manajemen bertujuan membuat kualitas yang lebih baik untuk mencapai kesenangan pelanggan. Kepemimpinan, proses strategis perencanaan, manajemen mutu strategis, manajemen mutu proses, manajemen mutu konsepsi, pendidikan dan pelatihan, manajemen kualitas pemasok, kepuasan pelanggan, tanggung jawab karyawan dan keterlibatan, inovasi penting, hasil kualitas (hasil bisnis), pengetahuan dan analisis langkah-langkah yang kita digunakan dalam penelitian ini.
3.      Ada hubungan positif antara total kualitas manajemen dan performa kualitas.
Total kualitas manajemen adalah filosofi organisasi yang bertujuan ke arah terus meningkatkan kualitas produk, kualitas layanan dan kualitas proses, dampak total kualitas menajemen terhadap performa kualitas yang signifikan. Dalam persaingan yang ketat dari kehidupan bisnis kontemporer, perusahaan perlu untuk membuktikan kualitas kinerja yang signifikan untuk bertahan hidup. Prajogo (2005) menemukan dampak total kualitas manajemen terhadap performa kualitas dalam penelitiannya.
Di Turki perusahaan telah menginvestasikan sumber daya yang penting dalam beradaptasi dan menerapkan total kualitas manajemen untuk meningkatkan kinerja mereka. Hubungan antara total kualitas manajemen dan kinerja organisasi telah diteliti secara ekstensif dalam literatur sebelumnya.
4.      Dampak performa transfer teknologi pada performa kinerja meningkat dengan peran mediasi dari manajemen kualitas total.
Hubungan antara performa transfer teknologi dan performa kinerja memiliki landasan konsepsional aslinya dalam transfer teknologi. Total kualitas manajemen dan teknologi melakukan peran signifikan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Ketika perusahaan mentransfer teknologi baru, pertama mereka harus mengatur proses mereka. Karena teknologi perusahaan harus menerapkan manajemen total. Jika perusahaan mengimplementasi TQM berhasil, maka perusahaan-perusahaan ini kualitas kinerja nya akan meningkat. Sebagai hasil keseluruhan dimensi manajemen mutu sama-sama signifikan. Oleh karena itu, terlihat bahwa manajemen kualitas total memainkan peran mediasi yang signifikan dalam meningkatnya kekuatan kinerja transfer teknologi hubungan dan kualitas kinerja.

·         Rancangan penelitian
Rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Pada dasarnya rancangan penelitian merupakan “blueprint” yang menjelaskan setiap prosedur penelitian mulai dari tujuan penelitian sampai dengan analisis data. Pada jurnal ini memiliki rancangan penelitian sebagai berikut:
1.      Introduction atau pendahuluan
2.      Literature review and hypotheses development atau tinjauan pustaka dan pengembangan hipotesis
3.      Research methodology atau metodologi penelitian
-          Survey instrument
-          The Findings atau pembahasan
4.      Conclusions and implications atau kesimpulan dan saran

·         Metode penelitian
Metode Penelitian merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian yang terdapat pada jurnal kali ini adalah melakukan kuesioner tehadap tiga konstruksi. Konstruksi ini adalah performa transfer teknologi , total kualitas manajemen (TQM) dan performa kinerja. Untuk TTP instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 transfer teknologi faktor keberhasilan pada kuesioner. Dalam kuesioner ada 50 teknologi transfer faktor keberhasilan. Untuk mengukur dimensi kinerja transfer teknologi, lima puluh item diukur dengan menggunakan skala Likert lima poin. Untuk TQM responden diminta untuk mengevaluasi total kualitas manajemen perusahaan mereka pada skala Likert lima poin. Dalam penelitian ini, bentuk kuesioner dirancang dan kemudian dilakukan tatap muka dengan manajer manufaktur atau manajer kualitas perusahaan.

·         Populasi dan sampel
Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian subyek dalam populasi yang diteliti. Pada jurnal kali ini populasi dan sampel yaitu karena jurnal ini untuk mempelajari hubungan timbal balik antara konstruksi performa transfer teknologi, total kualitas manajemen, dan performa kualitas, 200 organisasi dari 1000 perusahaan sesuai dengan klasifikasi Instanbul Chamber of Industry di turki dipilih. peneliti mensurvei perusahaan yang telak berhasil dalam transfer teknlogi manufaktur.

·         Metode pengolahan data
Pengolahan data merupakan suatu proses untuk memperoleh data ringkasan berdasarkan kelompok data mentah pada sistem yang sudah ada. Pengolahan data yang pertama yaitu menganalisis faktor yang digunakan pada sampel perusahaan manufaktur Turki untuk memproduksi secara empiris diverifikasi dan divalidasi dimensi yang mendasari teknologi kinerja transfer. Hasil pemodelan persamaan struktural telah mengungkapkan bahwa meskipun kinerja transfer teknologi memiliki dampak positif dan kuat pada manajemen kualitas total, tidak ada hubungan langsung yang signifikan yang ditemukan antara kinerja transfer teknologi dan kualitas kinerja. Selain itu, hubungan positif dan kuat telah diidentifikasi antara manajemen kualitas total dan kualitas kinerja. Pada akhirnya, temuan memberikan bukti empiris bahwa kinerja transfer teknologi mengarah pada kinerja kualitas unggul di hadapan manajemen kualitas total. Dengan kata lain, kinerja transfer teknologi memiliki efek positif dan kuat terhadap kinerja kualitas, mengingat rute tidak langsung melalui manajemen kualitas total. Oleh karena itu, hasil ini cenderung untuk menyetujui pandangan bahwa triangulasi kinerja transfer teknologi, manajemen kualitas total dan kualitas kinerja melebihi hubungan dua arah antara kinerja transfer teknologi dan kualitas kinerja.